11:01 - 15 September 2014

Kontroversi Larangan Bonceng “Ngangkang” Di Motor Disorot Dunia

Saturday, 5 January 2013, 12:17 | lain-lain | 0 Comment | Read 468 Times
by nanang prayudhy

News

ilustrasi

News : Dilarang membonceng motor dengan posisi mengangkang, khusus untuk kaum hawa. Demikian bunyi surat edaran yang dikeluarkan Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya. Imbauan itu berlaku sejak Rabu lalu.
Walikota Suardi mengatakan, kaum perempuan yang duduk mengangkang saat dibonceng sepeda motor, tidak sesuai dengan budaya Aceh yang Islami.
“Sebenarnya budaya Aceh, bagi perempuan, kalau duduk di sepeda motor ini tidak boleh mengangkang, budayanya harus duduk menyamping,” jelas Suadi, seperti dimuat BBC Indonesia, Kamis (3/1/2/2013).
Imbauan disebar di seluruh kecamatan, desa, hingga pelosok kampung. Sanksi menanti bagi pelanggar, jika aturan itu kemudian menjelma jadi peraturan walikota atau qanun.
Walikota Suadi menambahkan, surat edaran tersebut dikeluarkan atas dukungan ulama di Lhokseumawe. “Kalau duduk mengangkang, itu kayak lekaki, kalau dilihat dari samping. Tapi kalau duduk menyamping, ciri khasnya terlihat kalau itu perempuan,” jelas dia.
Bagaimana soal keselamatan, Pak Walikota? Suadi mengatakan, nasib pembonceng tergantung pada pengendara motor. Kata dia, jarang ada kasus kecelakaan pada mereka yang membonceng miring. “Jarang ada yang jatuh,” kata dia.
Aturan tersebut memicu polemik, baik di Aceh maupun di nusantara. Sebagian orang menilai a